Saat ini saat saya mempunyai anak berumur 2,5 tahun. Anak saya begitu lincah, riang, ceria, lucu, gembira, selalu ingin tahu juga selalu ingin terus bermain. Suatu hal yang harus saya syukuri, lingkungan di tempat tinggal anak saya juga sangat aktif, mulai dari sang nenek dan kakeknya, begitu pula dengan om dan tantenya. Sehingga mungkin ini yang membuat anak saya sangat aktif dan percaya diri, bahkan ketika banyak orang sekalipun, tanpa rasa malu anak saya selalu berunjuk gigi mulai dari menyanyi, bertanya, bercerita sungkat, berteriak lembut, dan lainya.
Seperti biasa sebagai seorang pustakawan yang sehari-hari bergelut dengan berbagai macam buku, tentu saja saya tidak ketinggalan pula membaca buku yang berkaitan dengan perkembangan otak anak dengan melibatkan mereka dalam beragam permainan yang bermanfaat. Kali ini saya ingin berbagi informasi tentang buku yang di tulis oleh Jackie Silberg, sebuah buku terjemahan yang di terbitkan oleh penerbit Erlangga dengan judul aslinya "125 Brain Games For Toddlers and Twos."
Dalam buku tersebut dikatakan bahwa otak seorang bayi telah membentuk 1000 triliun jaringan koneksi yang aktif di akhir usia 3 tahun. Kemudian otak bayi itu dua kali lebih aktif daripda orang dewasa. Tidak hanya itu otak bayi juga dapat menyerap informasi baru lebih cepat daripada otak orang dewasa. Seorang anak yang jarang diajak berkomunkasi seperti berbicara atau mendongeng maka anak tersebut akan mengalami kesulitan untuk menguasai bahasa dikemudian hari. Bahkan jika seorang anak jarang diajak bermain maka anak tersebut bisa diprediksikan akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi di masa yang akan datang, karena itu amat disayangkan apabila kita mempunyai anak kecil jika tidak diajak untuk melakukan permainan sederhana yang dapat menunjang perkembangan awal otaknya. Nah, bagi anda yang tidak sempat membaca bukunya mungkin akan saya tuliskan tahap demi tahap permainan-permainan apa saja yang bisa anda lakukan dengan anak batita anda.
Permainan ini dibagi dalam 8 jenis tingkatan umur yaitu:
Pertama, Mendorong. Ajaklah anak anda untuk bermain mendorong benda. Pilihlah sebuah boneka binatang atau benda ringan lainya. Saya sendiri memanfaatkan mainan keranjang belanja yang memang dikhususkan untuk anak batita. Anda bisa membelinya di toko-toko mainan. Permainan mendorong akan membuat si anak merasa kuat dan mempunyai kontrol sehingga ini bisa mengembangkan rasa percaya diri dan koordinasi pada anak. Beri semangat anak kecil untuk mendorong mainanya.
Kedua, Berikan sebuah contoh prilaku kasih sayang, kelembutan dan perhatian. Cara ini bisa anda lakukan dengan duduk berdua dengan anak anda di lantai kemudian letakan boneka kesayangannya. Ambillah boneka tersebut lalu peluklah dengan mengucapkan kata-kata sayang yang lembut misalnya dengan mengucapkan "aku sayang kamu". Lalu berikan juga boneka pada si kecil agar memeluk dan menciumnya pula.
Ketiga, berlatih dengan bahasa parentese yaitu berbicara dan bernyanyi pada si kecil dengan suara bernada tinggi dan tekanan yang dilebih-lebihkan. Nyanyikan lagu kesayangan si kecil misalnya "bintang kecil", "Topi Saya Bundar," dengan gaya bahasa parentese. ada dua cara bernyanyi yang perlu dilakukan untuk si kecil yaitu dengan cara yang biasa dan kedua dengan nada parentase. Bandingkanlah, maka si kecil akan memperhatikan saat kita menyanyi dengan nada parentese.
Keempat, merangkak ke arah mainan favorit. Jika anak anda sudah bisa merangkak, cobalah letakan mainan di ruangan lain, kemudian anda duduklah di lantai dan merangkaklah menuju mainan tersebut.Lantas coba anda pegang mainan itu kemudian berkata ayo "tangkap saya sayang" (atau sebut nama anak). Semangati dia agar si anak merangkak menuju maianan itu. Jika anak anda sudah siap berjalan, maka letakan mainan pada posisi yang lebih tinggi supaya si kecil mencoba menegakkan diri hingga berhasil meraihnya. Anda juga bisa melakukan berputar-putar bersama buah hati anda.
Kelima, ekspresikan cinta pada anak anda. Pangkulah anak anda menghadap kita lalu sentuhkan kepala kita perlahan-lahan ke kepala anak kita misalnya sambil mengucapkan 1,2,3 ehmmmmmmmm.....kemudian ulangilah menghitung lagi dan kali ini sentuhkan hidung kita pada hidung si kecil, pipi, siku, lutut, telinga, dan dagu.
Ok, itulah lima permainan menarik sederhana dan bermanfaat buat si kecil yang berumur 12-15 bulan. Sebenarnya masih ada 10 lagi. Tapi insya allah akan tulis lagi pada posting selanjutnya.
Semoga bermanfaat.
Reference: 125 Brain Games for Toddlers: Permainan Sederhana Untuk Menunjang Perkembangan Awal Otak Pada Anak Batita, Jackie Silberg, 2004, Penerbit Erlangga.
Seperti biasa sebagai seorang pustakawan yang sehari-hari bergelut dengan berbagai macam buku, tentu saja saya tidak ketinggalan pula membaca buku yang berkaitan dengan perkembangan otak anak dengan melibatkan mereka dalam beragam permainan yang bermanfaat. Kali ini saya ingin berbagi informasi tentang buku yang di tulis oleh Jackie Silberg, sebuah buku terjemahan yang di terbitkan oleh penerbit Erlangga dengan judul aslinya "125 Brain Games For Toddlers and Twos."
Dalam buku tersebut dikatakan bahwa otak seorang bayi telah membentuk 1000 triliun jaringan koneksi yang aktif di akhir usia 3 tahun. Kemudian otak bayi itu dua kali lebih aktif daripda orang dewasa. Tidak hanya itu otak bayi juga dapat menyerap informasi baru lebih cepat daripada otak orang dewasa. Seorang anak yang jarang diajak berkomunkasi seperti berbicara atau mendongeng maka anak tersebut akan mengalami kesulitan untuk menguasai bahasa dikemudian hari. Bahkan jika seorang anak jarang diajak bermain maka anak tersebut bisa diprediksikan akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi di masa yang akan datang, karena itu amat disayangkan apabila kita mempunyai anak kecil jika tidak diajak untuk melakukan permainan sederhana yang dapat menunjang perkembangan awal otaknya. Nah, bagi anda yang tidak sempat membaca bukunya mungkin akan saya tuliskan tahap demi tahap permainan-permainan apa saja yang bisa anda lakukan dengan anak batita anda.
Permainan ini dibagi dalam 8 jenis tingkatan umur yaitu:
- Umur 12-15 bulan
- Umur 15-18 bulan
- Umur 18-21 bulan
- Umur 21-24 bulan
- Umur 24-27 bulan
- Umur 27-30 bulan
- Umur 30-33 bulan
- Umur 33-36 bulan.
Pertama, Mendorong. Ajaklah anak anda untuk bermain mendorong benda. Pilihlah sebuah boneka binatang atau benda ringan lainya. Saya sendiri memanfaatkan mainan keranjang belanja yang memang dikhususkan untuk anak batita. Anda bisa membelinya di toko-toko mainan. Permainan mendorong akan membuat si anak merasa kuat dan mempunyai kontrol sehingga ini bisa mengembangkan rasa percaya diri dan koordinasi pada anak. Beri semangat anak kecil untuk mendorong mainanya.
Kedua, Berikan sebuah contoh prilaku kasih sayang, kelembutan dan perhatian. Cara ini bisa anda lakukan dengan duduk berdua dengan anak anda di lantai kemudian letakan boneka kesayangannya. Ambillah boneka tersebut lalu peluklah dengan mengucapkan kata-kata sayang yang lembut misalnya dengan mengucapkan "aku sayang kamu". Lalu berikan juga boneka pada si kecil agar memeluk dan menciumnya pula.
Ketiga, berlatih dengan bahasa parentese yaitu berbicara dan bernyanyi pada si kecil dengan suara bernada tinggi dan tekanan yang dilebih-lebihkan. Nyanyikan lagu kesayangan si kecil misalnya "bintang kecil", "Topi Saya Bundar," dengan gaya bahasa parentese. ada dua cara bernyanyi yang perlu dilakukan untuk si kecil yaitu dengan cara yang biasa dan kedua dengan nada parentase. Bandingkanlah, maka si kecil akan memperhatikan saat kita menyanyi dengan nada parentese.
Keempat, merangkak ke arah mainan favorit. Jika anak anda sudah bisa merangkak, cobalah letakan mainan di ruangan lain, kemudian anda duduklah di lantai dan merangkaklah menuju mainan tersebut.Lantas coba anda pegang mainan itu kemudian berkata ayo "tangkap saya sayang" (atau sebut nama anak). Semangati dia agar si anak merangkak menuju maianan itu. Jika anak anda sudah siap berjalan, maka letakan mainan pada posisi yang lebih tinggi supaya si kecil mencoba menegakkan diri hingga berhasil meraihnya. Anda juga bisa melakukan berputar-putar bersama buah hati anda.
Kelima, ekspresikan cinta pada anak anda. Pangkulah anak anda menghadap kita lalu sentuhkan kepala kita perlahan-lahan ke kepala anak kita misalnya sambil mengucapkan 1,2,3 ehmmmmmmmm.....kemudian ulangilah menghitung lagi dan kali ini sentuhkan hidung kita pada hidung si kecil, pipi, siku, lutut, telinga, dan dagu.
Ok, itulah lima permainan menarik sederhana dan bermanfaat buat si kecil yang berumur 12-15 bulan. Sebenarnya masih ada 10 lagi. Tapi insya allah akan tulis lagi pada posting selanjutnya.
Semoga bermanfaat.
Reference: 125 Brain Games for Toddlers: Permainan Sederhana Untuk Menunjang Perkembangan Awal Otak Pada Anak Batita, Jackie Silberg, 2004, Penerbit Erlangga.

0 komentar:
Post a Comment