RSS
email
.

Hunting Objek Photo Untuk Kontes Fotografi "Potret Pendidikan Indonesia"

Sabtu kemarin yang kelabu. Sepulang dari kantor, saya iseng-iseng hunting objek photo untuk mengikuti Kontes Fotografi "Potret Pendidikan Indonesia" yang diadakan oleh National Geographic Indonesia bekerja sama dengan Sampoerna Foundation.Eh, sudah putar-putar dengan motor bututku kira-kira satu jam-an mengelilingi kota Indramayu, malah tidak pernah menemukan objek yang bagus. Ada niat, saya mau mengambil photo untuk lomba tersebut tentang anak SMA yang sedang membaca ketika setelah pulang sekolah (proses di jalan), tetapi tidak sedang membaca di perpustakaan karena itu sudah lumrah. Saya ingin mencari sasaran objek photo, kira-kira di tempat yang tak lazim khusus di daerahku tercinta: Indramayu.

Tempat tak lazim apa itu? Misalnya sekumpulan anak SMA yang sedang membaca di halte, angkot, warung, terminal atau taman-taman kota. Apa yang sedang dibaca? Pokoknya apa aja. Entah itu, buku, koran, atau catatan si anak tersebut. Yang jelas dalam keadaan membaca. Ternyata, usut punya usut memang susah juga mencari objek photo untuk kalangan anak SMA yang sedang memabaca di tempat-tempat tak lazim. Buktinya sudah kutambah satu jam lagi untuk memutari kota kelahiranku ini, saya tetap tidak menemukan juga. Saya berasumsi, mungkin benar juga kalau selama ini di kota mangga tersebut, minat dan budaya baca masih dikatakan belum ada, walaupun belum dilakukan penelitian yang komprehensif. Akan tetapi, setelah menemukan fenomena yang demikian saya bertambah yakin bahwa di Kabupaten penghasil krupuk ikan ini memang benar belum tercipta minat dan budaya baca di kalangan para siswa, terutama siswa SMA. Malah justru minat dan budaya mojok dikalangan mereka banyak saya temukan, nah andaikata tema tentang Kontes Fotografi tersebut tentang "Pemandangan Percintaan," wah saya banyak menemukan objek tersebut, bahkan sampai-sampai saya di curigai sebagai seorang wartawan yang sedang meliput hingga anak-anak sekolah yang sedang mojok tersebut takut dan agak malu-malu dikit.


Bagaimana ya??? Kalau saja belum menemukan objek photo yang bagus buat kontes fotografi tersebut, terpakasa saya harus mencari keluar daerah di Kabupaten Indramayu. Tapi untungnya masih lama hingga tanggal 30 November 2009. Masa sih, di Indramayu tidak menemukan satu anak: siswa atau siswi saja yang sedang membaca setelah pulang sekolah di tempat yang tak lazim itu, khususnya di Indramayu. Atau memang karena saya baru melakukan hunting satu hari??? Baiklah saya harus putar-putar lagi sampai satu minggu untuk hunting anak SMA yang sedang membaca setelah pulang sekolah di tempat yang tak lazim tersebut atau memang saya harus berganti tema jikalau tetap tidak menemukannya??? Any idea?.......

Bookmark and Share

4 komentar:

dilla said...

emang kalo mau melihat potret pendidikan di Indonesia yg beneran ya kayak gitu, tapi kan ngga begitu juga donk. Itu mungkin hanya sebagian kecil aja.

Tapi kalo mau hunting lagi, coba aja ikutin Perpustakaan Keliling, mungkin di situ baru dapat angel image yg lebih menjanjikan, gimana?

kata motivasi said...

memang susah nyari anak SMA jaman sekarang yang masih doyan baca buku dipinggir jalan, paling banyak tuh di cafe online cari wi-fi gratisan. hehehe. lagian kebanyakan tugas dari guru mereka juga mengharuskan menggunakan media internet, untuk mencari bahan tugas. mungkin dirubah aja anak sma yang lagi online aja(sekedar usul)

Jeri said...

Gw ad usul ni,,, dr rumah mas maulana pake pakaian SMU n bw buku, trus jalan ke SMU yg di tuju, trus minta salah satu pelajar buat ngambil gambar mas maulana lagi baca buku di pinggir jalan,,ha,,ha,,ha,,,

Murad Maulana said...

Dilla: yah juga tuh.ide mantep.
Dian: Bisa juga tuh, anak sma yang sedang mencari bahan informasi untuk tugas mereka di internet. Ok sip deh.
Jeri: yah, jadi ada skenarionya dunk (he..2.)
Ok deh terima kasih atas semua ide2nya.